Pilih satu sudut yang terasa nyaman, bisa kursi dengan bantal atau lantai dekat jendela. Kehadiran tanaman atau lampu lembut cukup untuk mengubah ruang menjadi area perhatian.
Sediakan benda sederhana: buku kecil, pulpen, atau secangkir minuman hangat. Objek-objek ini menjadi alat untuk menyentuh momen tanpa beban tugas.
Atur waktu singkat—lima hingga sepuluh menit—untuk duduk tanpa rencana spesifik. Biarkan mata menelusuri tekstur, cahaya, dan bayangan di sekitar.
Jika pikiran melayang, kembalikan ke satu indra yang menenangkan, misalnya mendengar napas atau merasakan kain kursi. Tujuannya adalah memberi ruang bukan memaksa hasil.
Ruang refleksi juga bisa menjadi tempat menaruh catatan kecil tentang apa yang diperhatikan hari itu: satu kalimat tentang warna, suara, atau perasaan kecil. Catatan ini berfungsi sebagai jejak spogladannya sehari-hari.
Dengan konsistensi ringan, sudut kecil ini menjadi titik kembali yang memberi struktur halus pada hari tanpa menambah tekanan.
